Dusta manis yang menyiksa
"Duta manis yang menyiksa"
"Dusta manis yang menyiksa"itulah problema merongrong di kehidupan yang malang sebab sekarang banyak orang yang bermuka dua dengan senyuman yang menguatkan namun menjatuhkan dengan taktik yang tak diduga.
Berparas elok bijaksana ternyata hanya setitik wacana menggapai singgasana
Terkadang itu semua sering kita jumpai di sekitar kita,mereka menggunakan itu agar terlihat selalu ada dan baik untukmu,ehhh nyatanya hanya sekedar peluapan yang yang bersifat keterpaksaan.
Berhati-hatilah dalam memilih orang-orang yang ingin kau percayai,sebab banyak dusta yang melangit diantara mereka.
Perjanjian dengan narasi yang katanya kita akan saling membantu untuk mencapai singgasana kesuksesan itu,nyatanya semua hanya sekedar ekspetasi yang menuju ke sela-sela sakit hati.Mereka hanya berjuang sendiri tanpa melibatkan sejawat yang dulunya saling mengimpikan sekarang tinggallah secarik pengingkaran yang takaruan.
Jayalah di atas pengingkaran yang mengawan sampai pada waktunya hujan akan menjatuhkan mu.
Kata butuh pembuktian bukan pemanis buatan yang mengandung bahan kimia.
Jika telah mampu berjanji dan mengeluarkan kata yang merujuk pada kesejukan jiwa,maka setidaknya jangan berdusta dengan skenario yang melenyapkan.
Bahagia hanya sementara,sukses pun hanya sementara setiap orang punya masa untuk melanjutkan episode itu..
Oleh: Ernawati Hamjah