Kepedulian Dalam Genggaman
Apa kabar?
Kini pertanyaan itu hanya mampu diucapkan lewat kata-kata. Entahlah, sudah berapa banyak rindu yang rasanya tak mampu lagi dibendung sendirian. Meskipun jarak memisahkan, setidaknya kita masih bisa bertukar kabar lewat sebuah pesan. Untungnya teknologi sudah berkembang maju saat ini. Tak harus bertemu untuk bertatap muka, tak perlu menunggu untuk saling berbagi cerita. Namun tetap saja, mendengar tawamu secara nyata berbeda rasanya dengan sambungan telepon yang kita bagi bersama.
Apa semuanya baik-baik saja?
Setelah terbelenggu kejenuhan dan begitu banyak kecemasan, semoga kau selalu dalam keadaan baik. Mari saling mewarasi dan menyemangati walau keadaan kian terasa rumit. Usai semua ini berakhir, kita akan segera berbagi peluk seperti dulu lagi.
Ada pertanyaan-pertanyaan yang tahun ini sepi dikumandangkan. Ajakan bertemu untuk melepas rindu harus tersimpan entah sampai kapan. Ada riuh canda tawa yang hilang dari kebiasaan. Disembunyikan waktu dan terhalang oleh keadaan. Tak apa, saat ini mendengar ceritamu lewat suara sudah lebih dari cukup rasanya. Kita tidak boleh egois dan membiarkan perasaan jemu menguasai logika. Kepedulian bisa tetap dibagi, bahkan saat tangan kita tak saling bergenggaman.
Aku tau ini berat bagimu, begitu juga bagi tiap-tiap jiwa yang memikulnya. Kesendirian, kesepian, kejemuan, semua perasaan itu berkecamuk dalam kepala. Kekosongan membuat begitu banyak kalimat pengandaian menjadi sesuatu yang menyenangkan dan menyeramkan. Bermain-main dengan berbagai kemungkinan dan menunggu kabar baik akan datang. Sungguh, aku pun merasa semua ini berat bagi diriku sendiri. Namun rasanya tidak pantas untuk mengeluh saat ini. Masih banyak yang harus kusyukuri dari segala yang masih ada hingga saat ini. Oleh karena itu, kawan, aku ingin kau tau bahwa aku di sini, kapan pun kau butuh teman untuk berbagi segala beban yang lelah kau pikul sendiri.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa, di waktu yang kita nanti-nantikan hadirnya. Simpan segala rasa rindumu untuk kita habiskan bersama. Sampai waktu enggan menginterupsi canda tawa kita, hingga malam berganti pagi dan esok tiba pada hari ini. Sampai bertemu saat keadaan telah membaik sepenuhnya.