Sakralnya Cinta Ali dan Ama


          Sakralnya Cinta Ali dan Ama

                Oleh: Ernawati Hamjah

Cinta, sebuah kata yang pasti pernah diterima oleh setiap insan di setiap zaman.
Hadirnya tak bisa ditolak, siapa pun yang dilanda tak akan bisa menghindar.
Walau kadang hanya menyimpannya di lubuk hati terdalam.
Namun, cinta tak mudah dibiarkan menghambar.

Cinta Ali dan Ama Terlalu Sakral seskaralnya Janji Suci sehidup semati
Cinta tak pernah salah, ia suci anugerah Ilahi.

Cinta Ali dan Ama berlayar keperosok negeri hingga dipisahkan hamparan negeri yang abadi.

Cinta yang Sejati adalah cinta sampai maut memisahkan,bukan hanya putihnya sang rambut.

Ali dan Ama merajut cinta penuh kasih,tanpa ada menyerah dalam diri

Cinta yang di mulai dari titik bawah memerlukan pengorbanan yang tak terkira,namun pengorbanan itu akan menjadi kenangan yang abadi.

Kematian,,

Hadirnya pun tak pernah dikehendaki, siapa yang sudi sakit hati?
Dia datang dan pergi tak kenal waktu, tak peduli pada siapa pun ia merasuki.
Namun, cinta adalah kebahagiaan, hanya bisa diterima oleh insan yang terpilih.

Kematian, kata yang juga akan dijalani oleh semua pribadi.
Siapa yang bisa menghindar dari kedatangannya?
Jika Tuhan telah berkehendak, adakah yang bisa mendukung?
 Mungkinkah bersembunyi dari kematian dan berlari menjauhuhi?

Hanya amal dan ibadah sebagai bekal.
Hanya iman dan takwa yang disiapkan selagi masih berakal.
Jangan memburu dunia sampai tersisa sesal.
Karena perjalanan alam akhirat akan kekal.
Hampa di dalam hati melepas kepergian

Kebahagiaan itu telah hilang

Pergi selamanya meninggalkan kesedihan

Harapan kuatakan diriku

Dalam kehampaan dan sunyinya hati

Nisan ini menjadi saksi tentang sebuah kisah abadi

Takkan pernah bisa kulupakan

Pertemuan dengan cinta sejati

Ali dan Ama adalah insipirasi tentang cinta yang tak pernah berkhianat
Antara cinta dan kematian, dua hal yang tak bisa dihindarkan.
Datangnya tak bisa diundang.
Pergi pun selalu meninggalkan kerumunan penyesalan.
Hanya yang selalu lapang dalam setiap ujian, dialah manusia pilihan.

Postingan populer dari blog ini

Apresiasi diri sebagai bentuk syukur

Repetisi dan Remedi

Aku Dan Titik Nol